Pages

Lombok Bukan Pantai. Ini Buktinya!!!

Mana buktinya? 

Source: Google.com
Okeh, sekian pembuktian dari gw, salam Anti Korupsi!!!
.
.
.
.
.

Njiiirr, cuman segitu doang? Nyesel banget gw nulis ini. Tulisan macam apa ini. Lah, kok gw yang protes. Nie yg nulis siapa sie?

*
Artikel ini gw tulis buat kasi tau orang2 yang berpikiran kalo Lombok itu Senggigi, Gili Trawangan atau Kuta. Ow, gak men, Lombok lebih daripada itu. Pengalaman gw selama ini malang melintang di dunia jalan2 ngasi tahu gw kalo Lombok itu lebih sejuk daripada matahari di Kuta Lombok, lebih hijau daripada putihnya pasir Gili Trawangan, lebih tawar dari asinnya air laut Senggigi, lebih tegang daripada sepasang pengantin di malam pertama.

Check this out satu-satu ya...

1. Lebih sejuk daripada matahari Kuta Lombok

Apakah itu yang lebih sejuk daripada matahari? Kalo melihat suhu matahari yang mencapai 15juta derajat celcius, maka bisa dipastikan, masih lebih adem ngeliat gebetan jalan sama orang lain. Saking panasnya matahari di Kuta Lombok, gw sampe gak butuh kehangatan entar malam. Gw sendiri mikir keras apa maksud paragraf ini.

Okeh, skip. Jadi inilah yang lebih adem, lebih sejuk, lebih menyegarkan daripada Kuta Lombok:

Sembalun dari Bukit Anak Dara
Sembalun dilihat dari Bukit Anak Dara (Photo By Culint FOKUS UNRAM)
Desa Sembalun, desa dengan dengan ketinggian 1100 mdpl, desa tertinggi di Pulau Lombok, desa yang terletak tepat di bawah kaki Gunung Rinjani ini punya ciri khas sendiri. Bukit-bukit yang mengelilingi desa yang menurut gw keliatan kayak dinosaurus ini membuat Desa Sembalun seolah-olah terisolir. Untuk menuju desa ini aja loe harus ngelewatin hutan lebat dengan tanjakan yang berkelok-kelok. Tapi tenang, aspalnya udah hotmix kok.

Untuk menuju Desa Sembalun dari bandara loe sebaiknya nyewa mobil aja buat nganter kesana. Angkutan umum rada2 susah. Kalo dianterin pake mobil pribadi tarifnya kisaran 600 ribu. Lumayan memang karena jarak bandara ke Sembalun berkisar 3 jam perjalanan.

Apa yang bisa loe lakuin di Desa Sembalun? Selain nyari pokemon dan menenangkan diri akibat ditinggal nikah sama mantan pacar, loe bisa metik strawberry, nginap di penginapan dengan suasana desa yang alami, bahkan menaiki bukit2 yang ada di Sembalun. View dari atas bukitnya ituloh, kalo diungkapkan dengan kata2, bagus! "Gitu doang Ry?" Emang loe ngarepin apa Kecoak ngepet! Nie liat aja foto-fotonya dan nilai sendiri.

Bukit Nanggi, Sembalun, Lombok Timur
View dari Bukit Nanggi, Sembalun, petjahhh (Photo By Culint FOKUS UNRAM)
View Sembalun dari Bukit Selong
View Sembalun dari Bukit Selong (Photo By FOKUS UNRAM)
Sembalun dari Bukit Pergasingan
Sembalun dari Bukit Pergasingan
Ada satu yang gak kalah seru dari Desa Sembalun. Pemuda di desa ini tengah bersiap-siap memajukan desanya di bidang pariwisata. Meskipun masih cukup lama, tapi dalam satu dua tahun ke depan loe bakalan bisa menikmati ini dari Desa Sembalun:

Paralayang Dari Bukit Pergasingan, Sembalun

2. Lebih hijau daripada putihnya Pasir Gili Trawangan

Apa yang lebih hijau dari warna putih? Pertanyaan macam apa ini? Lagian kan harusnya point nomor satu di atas udah mewakili point nomor 2 kan? Liat aja tuh foto-fotonya ijo semua. Tapi sebagai blogger yang bertanggung jawab, gw dituntut untuk kreatif dengan ide2 segar nan cemerlang. Gw gak mau orang2 ngeliat gw dari tampang ganteng gw aja. Gw mau orang2 ngeliat gw dari isi kepala gw. Apaan sih!

Yang lebih hijau dari putihnya pasir Gili Trawangan adalah Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Elo liat deh hutannya, daunnya pasti ijo. Bangsat, ini blog apaan ya.

Kalo lo mau naik Gunung Rinjani, catat nie

Pertama:
Untuk ke puncak Rinjani paling cepat makan waktu 2 hari 1 malam. Tapi itu udah ngebut banget programnya. Buat pemula yang baru naik gunung kalo cuman pengen muncak doang sebaiknya ambil program 3 hari 2 malam.

Kedua:
Kalo mau dapat puncak ama Danau Segara Anak, bisa sie 3 hari 2 malam. Tapi ya itu tadi, ngebut juga. Naik gunung berasa dikejar debt collector. Mendingan 4 hari 3 malam atau lebih. Santee, gak ada beban. Tapi tetap, nyampe rumah dengkul berasa ditarik2.

Ketiga:
Jalur pendakian Rinjani yang legal itu ada dua. Sembalun ama Senaru. Biasanya orang2 lokal banyak naik lewat Sembalun. Lebih gampang, banyak bonus jalan datarnya. Kalo jalur Senaru kebanyakan dilewatin ama bule2 gitu. Jalur Senaru terbilang lebih pendek tapi nanjak terus, gak ada bonusnya.

Keempat:
Persiapan fisik sangat diperlukan sebelum mendaki. Pemanasan beberapa hari sebelum mendaki akan sangat membantu. Buat yang kebanyakan nyoli, naik gunung akan berasa neraka. Muahahahaha

Taman Nasional Gunung Rinjani
Bukti hijaunya Rinjani (Pos 2 Jalur Sembalun)
Danau Segara Anak, Gunung Rinjani
Hijau hijau hijau dimana2 (Danau Segara Anak)
Bayangkan elo disini saat ini juga. Itu aja sie, gw cuman suruh bayangin doang
"Ry, kok gak ada foto puncak Rinjani sie?" 

Cerewet loe, puncak itu gak ijo tau. Ada juga gersang. Entar gak kompatibel ama pembahasan point nomor dua gue yang mempertahankan kehijauan. Loe search google aja sana!

"Loe maksa banget nulisnya Ry!"

Daripada gw maksa cewek buat cinta sama gw padahal enggak, mendingan ini kali. 

"Loh, kok jadi curhat Ry?"

Karena gw laki-laki sejati... #ThugLife #JombloItuIndah #SendiriItuAsyik #HashtagKepanjangan #Biarin #Blog2Gw

3. Lebih tawar dari asinnya air laut Senggigi


Air Terjun Penimbungan, Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Air Terjun Penimbungan, Rinjani
Lombok punya lebih dari 150 air terjun. Ada yang mudah dijangkau, ada yang butuh waktu dan tenaga ekstra untuk menikmatinya. Kayak air terjun di atas, namanya Air Terjun Penimbungan. Untuk ke TKP aja kamu harus jalan kaki dulu dari Desa Torean, Lombok Utara memasuki Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Sampai sekarang, gw belum pernah turun sampai ke bawah Air Terjun Penimbungan. Loe cuman bisa menikmati dari atas aja. Katanya sih ada jalur buat ke bawah, search di google juga gak ada foto yg dari bawah. Hiks, yang punya info atau kenalan yg tau jalur ke bawah komen yaaa...

Kalo yang gampang diakses, ini air terjunnya:


Air Terjun Tiu Kelep, Senaru, Lombok Utara
Air Terjun Tiu Kelep
Air Terjun Sendang Gila, Senaru, Lombok Utara
Air Terjun Sendang Gila
Terletak di Desa Senaru, Lombok Utara, dua air terjun ini memiliki satu pintu masuk. Sekali nembak, dua cewek loe dapat. Ke Desa Senaru kalo dari Kota Mataram sekitar 2,5 jam men. Desa Senaru juga masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. That's why desa ini hijau dan udaranya seger.

Untuk menuju air terjunnya, loe harus turun tangga dulu sekitar 5 menit. Air terjun pertama yang loe temui namanya Air Terjun Sendang Gila. Dinamakan gitu karena dulu warga menemukan air terjun ini saat sedang berburu harimau gila yang meresahkan masyarakat. Kalo yang meresahkan aku itu kamu... iya, kamu... Bambang!

15 menit jalan kaki dari Air Terjun Sendang Gila, loe bakal nemuin yang namanya Air Terjun Tiu Kelep. Tiu artinya air, kelep artinya terbang. Berarti air terbang. Bisa terbang karena bersumber dari Planet Crypton.

Rinjani Lodge, Desa Senaru
Desa Senaru, Lombok Utara
4. Lebih tegang dari sepasang pengantin di malam pertama

Apa itu? Orang ngintip! Udah gitu aja.

Empat Hari Di Sumbawa (Part 3): Kenawa dan Paserang

Sebenarnya gw rada-rada males nulis. Nie kenapa satu pengalaman part-nya banyak banget yaa... Padahal jalan2 cuman empat hari doang, nulisnya sampe masuk artikel ketiga gini. Wooy, gw ngeblog wee, bukan mau bikin nopel. Kampret.

Tapi ya mo gimana lagi ya, kalo gak dikelarin sie gw kayak kepikiran gitu men. Tenang-tenang gelisah, Malu-malu mau, paru-paru basah. Padahal kan ya belum tentu ada yang baca. Dua part sebelumnya juga yang koment cuman satu biji. Nama akunnya cumicumi lagi. Waktu itu dia koment gini:


But it's okeylah. Meskipun cuman sebiji doang, komenan dari Mas Cumi-Cumi ini yang bikin gw semangat buat ngelanjutin tulisan gw sampe part yang ketiga. Tulisan ini gw dedikasikan buat Mas Cumi-Cumi. Krenn kapan ya bisa digoreng.

Yeayyyy, hebat banget gw pake dedikasi-dedikasikan tulisan segala. Loe kira skripsi nyet? Terus, ini kapan dimulainya sie pembahasan Kenawa dan Paserang? Kan judulnya itu. Okey, kita mulai dalam 1000 999 998 997 996...

Bangun pagi dari Sekongkang, Sumbawa  Barat (klik: part 2) tepatnya di hari ketiga keluar rumah, gw memutuskan untuk melanjutkan perjalanan gw menuju dua pulau tak berpenghuni di kawasan Poto Tano. Dari Sekongkang ke Poto Tano lumayan jauh men, ada tiga jam gitu. 

Nyampe di Poto Tano terus ke Paserang dan Kenawa musti nyebrang pake boat setempat. Waktu itu dapat boat yang lumayan nyaman. Gak bocor. Satu boatnya kena 350ribu untuk keliling ke dua pulau tersebut.

Pemandangan yang indah dalam perjalanan terpampang di depan mata gw, dahsyat, Poto Tanonya aja udah keren banget. Jadi, Poto Tano itu semacam pelabuhan penyebrangan kapal fery gitu dari Sumbawa ke Lombok atau sebaliknya. Menurut gw, ini adalah pelabuhan penyebrangan terkeren di Indonesia. Bukan karena fasilitasnya ya, kapal fery Bali - Lombok masih jauh lebih gede. Tapi viewnya itu lho, petcaaahhhh!!!

Poto Tano Sumbawa
On the way to Paserang Island (itu Otoel bukan gw. Gw nya lagi di dalam  baca buku besok ulangan)
Ke Paserang ada kali setengah jam pake boat. Nyampe Paserang gw saranin loe untuk snorkeling dulu sebelum airnya surut. Mana enak coy snorkeling kalo airnya dangkal. Yang ada kaki loe kena karang, luka. Perut loe kena karang, lecet. Gak papa sie, gw lebih khawatir sama karangnya yang loe injak2, susah tau tumbuhnya. Sayang banget kan, terumbu karang di Paserang kalo diinjak2 terus lama2 bisa rusak semua. Ikan2 jadi ilang. Snorkeling cuman liat pasir doang mending gw ke J-Co aja pesen capucino yang keras banget rasanya. Tapi cewek2 yang lalu lalang itu lho, pemandangannya jauh lebih indah daripada snorkeling di tempat yang karangnya udah rusak berat. Yang setuju sama gw boleh traktir gw di J-Co. Untuk pendaftaran silahkan koment di bawah. Diutamakan wanita.

Pulau Paserang Sumbawa Barat
Mandi di Paserang bisa menyebabkan kehitaman. Beware of Monster!!!
Pulau Paserang Sumbawa Barat
Pasir lembut dan pantainya yang jernih, Pulau Paserang
Pulau Paserang Sumbawa Barat
Underwater Paserang. Plisss, jangan dirusak!!!
Satu lagi, di Paserang gak ada orang jualan, jadi sebelum nyebrang, mengemislah terlebih dahulu di pinggir jalan untuk sekedar beli nasi bungkus, roti dan minuman. Kalo bekal udah cukup, jalan dah. Masak juga boleh tapi tetap jaga kebersihan.

Setelah puas di Paserang selama hampir tiga jam, gw memutuskan untuk menunda kehamilan calon ibu anak2 gw. Terpaksa ditunda karena calonnya aja belum ada. Gw udah mencari sampe ke puncak tower telkomsel tapi gak nemu2. Apa mungkin dia tersembunyi di relung kalbu terdalam. Di tempat yang tak seorangpun tahu, di tempat yang hanya bisa ditemukan secara kebetulan waktu lagi nyari Pokemon. Ah, kenapa jadi kesini tulisannya.

Setelah puas di Paserang, gw memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kenawa. Pulau tak berpenghuni lainnya. Yang lagi nyari jodoh gak disarankan nyari disini. Yg honeymoon, boleh banget! Nie tempat honeymoonable banget dah. Instagramable juga, facebookable, twitterkable, bawa kabel sekalian. 

Pulau Kenawa Sumbawa Barat
Dermaga Pulau Kenawa. Cowok diatas namanya Anas. Meski gak setampan gw, kehidupan cintanya lebih ngenes daripada gw (cuma satu kekurangan si Anas, gak punya kelebihan) Minat? PM!
Pulau Kenawa Sumbawa Barat
Masih dengan caption yg sering gw pake: Ketampanan ini membunuhku
Beberapa saran gw buat loe yang pengen jalan2 ke Kenawa dan Paserang:

1. Lebih seru kalo sambil camping. Hari pertama loe boleh maen2 ke Paserang dulu sampe puas karena menurut gw disini view underwaternya lebih keren. Baru abis itu loe ke Kenawa, bangun tenda, bangun rumah tangga.

2. Di dua pulau ini gak ada air tawar ataupun warung. Jadi bawalah dari darat. Boatmannya bisa loe mintan tolong buat cariin air galon juga kok, harganya 6000/galon.

3. Wajib snorkeling. Tapi lebih asyik kalo loe bawa alat sendiri. Kalo ngandelin orang2 di sekitar sini, pengalaman gw sering dapat masker bocor. Bahaya banget kan. Gimana kalo dia sampe hamil. Woy! Itu masker bukan kondom. Dasar mesum!

4. Jangan lupa untuk bawa kembali sampahmu.

Bersambung ke Part 4 (Gak usah ditunggu, belum jelas updatenya kapan)

Empat Hari Di Sumbawa (Part 2): Eksotisme Pantai di Sumbawa Barat


Artikel sebelumnya gw nulis pengalaman di Gili Bedil, Gili Keramat ama Gili Temudong. Pulang dari tiga gili tersebut gw udah planning buat jalan2 di pantai-pantai yang ada di Sumbawa Barat tepatnya di Kecamatan Maluk. Karena udah kesorean dari Gili Bedil, gw memutuskan untuk bermalam di Kota Alas. Sebenarnya bisa aja langsung ke Taliwang tapi fisik udah capek banget men. 

Perjalanan dari Labuan Bajo ke Kota Alas cuman setengah jam doang. Disini yang gw lakukan pertama yaitu mencari yang namanya Hotel Anda. Harga kamarnya variatif mulai 100rebu, 150rebu sampe 300rebu per malam. Yang AC 300rebu. Secara gw anaknya rada2 manja gitu, jadinya gw booking kamar AC rumah teman di Alas. Gratis! Hotel? Ngapain buang2 duit kalo bidang datar aja udah bisa bikin gw ngorok. Backpackeran woyy. 

Besok paginya habis mandi, gosok gigi, nyabun, nyoli dan sarapan, gw cari doraemon buat pinjam pintu kemana aja terus ke Maluk. Tapi loe tau sendiri kan kalo Doraemon itu fiktif , cuma kartun doang. Jadinya ya gak ketemu. Emang loe ngarepin apa nyet?

Dari Alas ke Maluk itu jaraknya 2 jam. Begitulah pengalaman gw kemaren pake mobil sewaan di Sumbawa Besar. Jaraknya bisa jadi 2 abad kalo loe nyewa mobil yang gak ada ban nya. Lama memang, tapi kan sante. Sante pala lu nyet!

Nyampe di Kota Maluk, untuk pertama kalinya, gw merasa kayak gimanaa gitu. Perasaan yang gak bisa diungkapkan dengan kata2. Perasaan yang hanya gw yang bisa merasakan. Bukan karena terlalu indah tapi yaaa karena biasa2 aja. Namanya kota coeg, apalagi yang jauh disana ya gitu2 aja. Jalan, rumah di pinggir jalan, toko2, gedung2 yang gagal nyakar langit. Tapi pantainya, hanya sekitar 5 menit dari kota, pantainya itu loh, beeeeuuhhh, panas!

Pantai Maluk, Sumbawa Barat

Pantai Maluk, Sumbawa Barat

Pantai Maluk, Sumbawa Barat

Pantai Maluk, Sumbawa Barat
Ketampanan ini membunuhku
Lepas dari Pantai Maluk, perjalanan gw dilanjutkan ke Kecamatan Sekongkang. Disini gw pengen tau yang namanya Pantai Rantung, Pantai Yoyo, dan Pantai Tropica kayak gimana. Keingintahuan gw bukan tanpa alasan. Beberapa malam sebelumnya gw pernah mimpi disamperin Wiro Sableng. Dia bilang kalo gw keturunan Sinto Gendeng. Udah gitu ternyata dalam diri gw ada ilmu kanuragan keturunan eyang Sinto Gendeng yang masih belum gw sadari. Terus gw disuruh traveling untuk mencari kekuatan gw yang sesungguhnya. Waktu gw tanya harus cari dimana, si Wiro diam aja. Gw tanya lagi dia masih diam aja. Akhirnya gw tanya untuk ketiga kalinya, 

"Wir, gw harus cari kemana kekuatan gw yang ilang? Plis jawab gw, jangan gantung gw kayak gini. Udah bosen gw digantung Wir" Tanya gw memelas

"Bukannya gw gak mau jawab Ry. Tapi loe ngapain sie nulis2 kayak gini di blog loe? Habis bahan sih habis bahan. Buntu sih buntu, tapi ngapain loe bawa2 gw ama guru gw segala. Kamu jahat!" Sambil berlalu dan takkan kembali hingga purnama kesepuluh.

Okeh, skip!

Dari Maluk ke Sekongkang kira2 30 menit. Sepanjang perjalanan gw sering papasan ama mobil ranger 4X4. Orang-orang berseragam kuning biru juga. Mereka adalah para pekerja tambang di PT Newmont Nusa Tenggara. Salah satu mega proyek di Indonesia. Yap, kawasan ini memang pintu masuk para pekerja newmont untuk bekerja.

Sebagai bocoran buat kalian yang ngefans banget sama gw, dulu bokap gw pengen banget gw kerja disini. Melintasi Kecamatan Sekongkang terutama di Desa Benete dan melihat gerbang masuk ke kewasan Newmont, kenangan akan keinginan bokap muncul kembali ke kepala gw. Gw ingat dulu bagaimana kami berdebat dan gw bersikukuh menekuni dunia modeling. Njiirrr!!

Okeh, setelah 30 menit yang gak jelas, gw akhirnya tiba di Sekongkang. Kawasan pantainya berada lumayan jauh dari pusat pemukiman warga Sekongkang. Gw baru ngeh kalo pantai disini adalah kawasan para pencinta olahraga ombak, surfing. Di pinggir pantai banyak menyediakan bungalow dan homestay yang namanya selalu ada kata 'surf'. Gara2 itu lah gw jadi ngeh. 

Gw dan teman-teman check in di Santai Bungalow, sebuah bungalow yang berada tepat di Pantai Rantung. Sesuai namanya, tempat ini cukup santai lah...

Suasana di Santai Bungalow depan Pantai Rantung:



Menurut orang-orang sekitar sini yang sempat gw tanyain, Pantai Rantung, Yoyo, Sekongkang ternyata masih satu garis pantai yang sama. Kalo nama penginapannya Hotel Yoyo, berarti di depannya Pantai Yoyo. Kalo nama hotelnya Hotel Rantung, berarti di depannya Pantai Rantung. Kalo loe kelamaan jomblo, nyebur aja ke laut. Begitulah kira2.


Pantai Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat
Sunset di Pantai Sekongkang
Pantai Rantung, Kabupaten Sumbawa Barat
Cowok ganteng di Pante Rantung (Sumpah ganteng)
Pantai Sekongkang, Sumbawa Barat
Cowok semua, sialaaannn
Ada satu pengalaman menarik waktu gw dan teman2 gw nginap di Sekongkang. Tiba2 ada seorang bule mendatangi kami dan berkenalan. Kamipun berbincang2 (dalam bahasa inggris tentunya, ehm)

Gw: What are you fucking doing in my country? husshh, jauh2 sana...

Bule: What? Are you fucking kidding me?

*Terus berkelahi...

Seet dah, perasaan becanda mulu daritadi. Jadi intinya gini, bincang2 gw ama bule kemaren itu penuh dengan inspirasi. Kita saling cerita kerjaan kita masing2. Tapi yg paling gw salut itu ternyata tuw bule di Indonesia ngerjain kegiatan2 sosial gitu. "What i do is not for money, just for eat" katanya. "I give coffee for the workers who cut the tree with ilegal in Sumatra Forest. With that, we hope there is more time for them to take a rest and more tree can be save" lanjut tuw bule. 

Disitu gw tersentak. Gw terloncat dari tempat duduk gw dengan ketinggian 5 meter. Sungguh perbuatan yang mulia. Sebagai anak negeri ini gw merasa malu banget. Semenjak perbincangan itu, gw bertekat untuk berenti dari hobi download bokep dan memilih untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi nusa dan bangsa. Daftar jadi kader parpol!

Bersambung ke Part 3 (KLIK DISINI)