Salah satu referensi buku dari gue, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. Tiga hari kelar baca nie buku. Menurut gue, ini salah satu buku wajib buat gue yang mencari-cari jawaban atas pertanyaan mendasar dari hidup ini. Hal-hal yang membuat hati gue sering tidak tenang, memikirkan banyak hal yang gue sendiri tidak tahu apa jawaban dari "banyak hal" itu. Buku ini menjawab kegamangan gue, lamunan gue, alasan mengapa gue sering merasa sepi di tengah-tengah keramaian (udah kayak lirik lagu aja -.-"), menjawab dengan caranya sendiri.
My First FPE In FN
Dari judulnya lo pada pasti kebingungan. Hanya orang-orang ganteng tertentu yang tau maksudnya apa. Biar lo jadi bagian dari orang-orang yang paham dengan judul postingan gw kali ini, nie gw jelasin. Siapin mental kalian baik-baik, 3...2...1... and
Oke, sebenarnya postingan kali ini gak begitu penting sih, tapi gw ngerasa penting buat nulis ini (apa sih). Jadi begini, sejak tahun 2007 gw gabung jadi member di website fotografer terbesar di Indonesia, namanya Fotografer.net atau yang biasa disingkat FN. Nah, di FN itu kita bisa mengekspresikan diri kita melalui karya foto dengan cara mengupload foto kita yang kemudian akan dikritik oleh orang lain. Jadi, web ini bisa jadi sarana buat belajar fotografi yang efektif loh. Dengan catatan, kalo dikritik jangan marah, terus kalo dipuji jangan cepat sombong. Keep calm aja, low profile. Kayak gw, introvert gitu, cakep lagi, banyak cewek yang suka nolak.
Jalan-Jalan Hunting Maulid Adat di Semokan, Bayan
Hari itu, tanggal 16 Januari 2014, gw bareng temen2 gw yang lain dari FOKUS UNRAM, anak2 MEDIA UNRAM, dan 2 orang anak Bandung yg kebetulan lagi nyasar di Lombok, berangkat bareng menuju Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Rombongan ada 13 orang dan pengen banget mendokumentasikan kegiatan Maulid Adat di Desa itu. Yang gw heranin adalah kegiatan hunting ini udah gw rencanain dari seminggu yang lalu dan ketika gw ngajakin anak2 ini, gak ada satupun yg bersedia ikut bareng gw. Dan pas Hari H, buseeettttt. :p
![]() |
(Kiri Ke Kanan) Gw, Joan, Junan, Willy, Il, Rambo, Bang Yon |
Berangkat dari Kota Mataram jam 14.oo WITA menggunakan sepeda motor, kami tiba di TKP 2,5 jam kemudian. Yah, perjalanan yang cukup melelahkan. Sesampainya di sana, kami mampir di rumah Bang Dedi. Siapa dan bagaimana kami kenal Bang Dedi. Okeh, ada satu rahasia yang belum pernah gw bocorin dalam hidup ini. Gw harap, kalian yg gw kasi tau sekarang rahasia apa itu bisa menutup mulut kalian dan gak nyebarin rahasia itu. Gw gak pengen wartawan datang dan para fans bejibun nungguin tanda tangan gw. Sumpah, jangan sampai deh. Oke, rahasianya adalah Desa Sukadana adalah tempat KKN gw dulu. Dan Bang Dedi adalah pemuda setempat yg gaul banget sama kita2 pas KKN. Plis, jangan kasi tau sapa2.
![]() |
Moment deket2 rumah Bang Dedi |
Di rumah Bang Dedi kami beristirahat sejenak sambil menikmati nikmatnya teh hangat. Batang demi batang rokok kami habiskan sambil berdikusi dengan Bang Dedi tentang apa dan bagaimana itu Maulid Adat di Bayan, jam berapa acaranya dan apa saja prosesinya. Ternyata kami telaaat. Acaranya udah dimulai dari kemaren. Dan besok terakhir. Okeh, cm telat setengah dan kami memutuskan untuk tetap hunting.
![]() |
Ini, entah apa namanya |
Singkat cerita, malamnya kami menginap di Dusun Semokan, Desa Sukadana, Bayan. Akses jalan menuju ke sana, kereeeeennn. Batu2 lepas, tanah licin akibat baru saja diguyur hujan, jembatan2 yg sekilas tampak tidak meyakinkan. Heee. Di Semokan kami bermalam di rumah Mulyadi, salah satu anak FOKUS UNRAM yg kece banget. Ganteng. Buat cewek2 jomblo, ini kesempatan emas buat kalian.
![]() |
Ini di Berugaq Rumahnya Mulyadi |
Keesokan paginya, pukul 02.30 dinihari, kami berangkat menuju tempat diadakannya acara Maulid Adat. Bagi warga Semokan, tempat inilah rumah asli buat mereka. Di tengah2 hutan belantara. Karena konon katanya tetua mereka pertama kalinya menetap di sini, beranak pinak menjadi banyak orang dan menyebar di daerah sekitarnya. Meskipun warga Semokan memilki rumah lain yg ditempati, mereka menyebutnya dengan rumah kebun. Bukan rumah asli mereka.
![]() |
Bareng Anak2 Semokan |
Sampai di tempat parkir motor, kamipun berjalan kaki sejauh satu kilometer menyusuri hutan. Dari kejauhan terdengar suara gong dialunkan dari tempat acara. Lumayan bikin merinding. Suasananya mirip2 kayak film keramat yg shooting di Jogja. Hii.
![]() |
Narsis pas mau pulang |
Dan sampailah kami di lokasi. Gelap banget. Hanya ada satu sumber cahaya yaitu tempat di mana gong tadi dimainkan. 5 menit di lokasi gw baru menyadari bahwa halaman di sana telah dihuni oleh orang2 yg terlelap dalam mimpi. Sempat berpikir dengan beratapkan langit dan hanya menggunakan kemben, apa mereka tidak kedinginan ya.
Melihat suasana seperti itu, dalam hati akupun berteriak, "WOW, ini surganaya para fotografer HI". Dan kamipun mulai hunting dari pagi itu sampai siang jam 14.00 wita. Dan yg paling penting, gak lupa narsis2an. Hee..
![]() |
Pas Sarapan di rumahnya Mulyadi |
Untuk hasil Hunting Gw di TKP, silahkan klik DISINI.