Pages

Prewedding Lombok: Alan & Aya

Foto prewedding di Lombok kali ini gw motoin klien gw asal Jakarta. Mereka tau gw sih dari google katanya. Setelah kontak-kontakan, deal lah gw dengan mereka yang lagi kasmaran ini dimana gw fotoin mereka pas ada di Lombok.

Foto gw ini diambil di salah satu hotel berbintang di Senggigi. Buat kalian yang mau pake jasa gw untuk motoin kalian, jangan ragu hubungin gw dan gw akan kasi service yang maksimal.

Prewedding Lombok: Alan & Aya


Prewedding Lombok: Alan & Aya

Prewedding Lombok: Alan & Aya

Prewedding Lombok: Alan & Aya

Prewedding Lombok: Alan & Aya

Prewedding Lombok: Alan & Aya

Prewedding Lombok: Alan & Aya

Prewedding Lombok: Alan & Aya

Prewedding Lombok: Alan & Aya

Kutulis Untukmu

Kutulis Untukmu

Mencintai itu kamu. Titik. Tanpa koma. Tak perlu penjelasan. Karena kau sudah tahu tanpa perlu bertanya lagi. Dan tanpa aku harus repot-repot bercerita, aku yakin kau sudah mengerti. Sudah sejak dulu. “Dulu” yang rasanya bagaikan sekejap mata. Tak perlulah aku bertindak bodoh memasang fotomu di dompetku, di dinding kamarku, seperti yang dilakukan para pencinta-pencinta lain. Itu terlalu biasa. Sedang aku mencintamu dengan cara yang tak biasa. Mencintaimu dengan caraku tak akan membuatku melupakan wajahmu.
Maka tersenyumlah dengan senyum yang tak terganti, yang ku yakin tak bisa kutemukan di wajah manapun sampai aku mati. Mencintalah dengan cinta yang mengobati, yang cahayanya memancar sampai ke surga abadi. Seperti aku mencintai segala ketidaksempurnaanmu dalam segala ketidaksempurnaanku. Dan aku masih melihatmu berdiri di situ. Diam. Tak beranjak. Setegar batu karang. Setemaram cahaya bulan.
Ingin kujamah pagi yang embunnya tak pernah menghalangimu untuk terjaga untuk menemui-Nya. Ingin kutaklukkan siang agar nyala mentarinya tak membakar kulitmu. Ingin kupotong senja untukmu. Lihatlah warnanya, secerah wajahmu saat menatapku. Ingin kulukis malam dan kupaksa ia bernyanyi demi mengantarmu lelap tertidur.
Maka ingatkah kau pada suatu masa di mana kita menciptakan jarak dengan sengaja? Jarak yang pada akhirnya runtuh dalam ketidakmampuan kita membendung lautan rindu. Dan ingatkan kau pada masa di mana kita saling diam dan tak hendak saling menyebut nama lagi untuk selamanya? Diamnya kita itu selalu sirna entah kemana, bergantikan derai tawa yang kita sendiri tak bisa ukur frekuensinya.
Tengah malam. Gelap. Dingin tak kurasa. Kau ada entah dimana. Melalangbuana. Tapi kuyakin kau masih ada, dan akan selalu kembali. Sungguh kau tak sebodoh itu untuk lupa jalan pulang. Maka di sinilah rumahmu. Di sinilah tempatmu pulang dengan wajah letih, dengan langkah tertatih. Dan aku akan bergembira menyambutmu. Selalu. Di depan pintu ini; pintu kita berdua. Yang mungkin usang dimakan masa, namun tak lekang oleh waktu.
Dan di sinilah kau bersemayam. Di hati yang terdalam. Selamanya akan tetap di situ. Membeku dalam dekap syahdu. Maka di sinilah aku terdiam. Mengkristalkanmu dalam ruang memoriku. Dan kenangan itu akan selalu ada di sini. Kau tak bisa mengambilnya, sungguh itu bukan hakmu. Tapi kau bisa menengoknya kapanpun kau mau. Belasan hingga puluhan tahun lagi, waktu akan mendewasakan kita. Mempertemukan dua belah jiwa yang sudah begitu lama saling merindu. Saling mencari. Bertemu dan berpisah berkali-kali dan entah berapa kali lagi. Dan sosokmu tak pernah berhenti memenuhi sanubari. Sejak dulu, hingga sekarang, dan untuk selamanya.
Mataram, 08 April 2013

Foto Prewedding Tapi Dijepret Pasca Wedding

Foto Prewedding Lombok

Judulnya maksa banget yah. Hahaha... Beberapa hari yang lalu ada teman gw yang minta tolong buat motoin kakaknya. Jadi kakanya udah nikah 1,5 tahun yang lalu dan tinggal di pulau nun jauh di sana. Balik ke Mataram dalam rangka libur kerja beberapa hari dan sekalian acara syukuran nikahannya gitu. Okey, karena waktu yang mepet saat itu dengan segala keterbatasannya gw konsepin simple aja.

Simple tapi elegant. Gak pake banyak lighting, dan gak motret jauh2 amat. Gw yang biasanya motret dengan perlengkapan lengkap menggunakan kamera yang didukung 3 lensa (Biasanya lensa standar, tele, dan wide) kali ini cuma make lensa standar aja, plus satu buah flash yang lumayan jadul. Hehe.

Gw yang biasanya motret di studio tapi kali ini gak dapet pinjaman studio terpaksa make rumah sepasang suami istri ini untuk dijadikan studio dadakan. Terus outdorrnya di daerah persawahan dekat-dekat sana. Dan seperti yang gw bilang  karena keterbatasan waktu, foto outdoornya pun gak gw ambil pas golden time, tapi pas matahari masih tinggi banget. Ah, benar-benar otak harus diputar nih.

Tapi gw bukan tipikal orang yang gampang nyerah man, apapun keadaannya, hajar aja, masih ada photoshop. Hahahaha... Okey Chek this out dah fotonya. Buat kalian yang pengen belajar fotografi juga, ada Organisasinya lho di Unram, coba deh kalian cek2 di sana, katanya lagi buka pendaftran dan penerimaan anggota baru lho.

Foto Prewedding Lombok

Foto Prewedding Lombok

Foto Prewedding Lombok

Foto Prewedding Lombok

Foto Prewedding Lombok

Foto Prewedding Lombok

Foto Prewedding Lombok

8 Hal Yang Orang Bahagia Lakukan Tapi Kita Gak Tau

8 Hal Yang Orang Bahagia Lakukan Tapi Kita Tidak Tahu

Dari judulnya lo pada pasti nanya kenapa kita gak tau? Ya, karena orang bahagia melakukannya dengan konsep "just do it". Gak perlu digembar-gemborkan, gak perlu dikasi tau orang lain, karena mereka melakukannya karena mereka pengen, seperti menjadi sebuah kebutuhan yang itu menjadikan mereka hidup lebih bahagia lagi di dunia ini. Sebagian besar dari kita mungkin berpikir kita telah bahagia, tapi jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam kita mungkin tidak selalu percaya dan merasa bahagia. Kalo lo melihat di sekitar lo dan melihat orang-orang yang sepertinya bahagia sekali dengan kehidupan dan pencapaian mereka sementara lo masih berkutat dengan pekerjaan yang gak lo sukai, mengulangi rutinitas yang sama setiap harinya, sangat gampang buat lo untuk merasa kurang bersyukur atas kehidupan lo sendiri. Jadi apa rahasia dari semua orang yang bahagia? Apa yang mereka lakukan sehingga mereka bisa bahagia sedangkan kita tidak tahu hal itu atau mungkin kita tahu tapi kita gak sadar aja.

1. Mereka Memberi
Gue gak bakal munafik dengan bilang kalo lo punya uang lo akan bahagia. Itu benar. Tapi ada tapinya. Gue merasa kalo lo sudah punya cukup uang untuk sekedar memenuhi kebutuhan standar hidup lo hanya ada dua cara uang dapat membantu lo membuat lo menjadi lebih bahagia. Salah satunya adalah uang dapat meningkatkan status sosial lo dan yang lainnya adalah dengan memberikannya. Ya, memberi dapat membuat hidup lebih bahagia ketimbang menimbunnya dan sia-sia. Orang-orang bahagia melakukan hal ini dan merasa mereka telah memberikan kontribusi positif pada dunia.

2. Mereka Menghindari Drama
Orang-rang bahagia men cenderung memikirkan diri mereka sendiri. Egois? Gak lah men, jadi maksud gw begini. Mereka gak stress disaat ada orang lain yang stress karena mencampuri urusan orang lain, karena mereka gak ikut campur. Mereka gak stress disaat ada orang lain stress saat siapa mengatakan apa kepada siapa. Orang-orang bahagia memilih fokus pada hal-hal yang memang bisa mereka kontrol. Memperhatikan kehidupan lo sendiri dan membiarkan orang lain dengan kehidupan mereka adalah cara sederhana untuk memaksimalkan kebahagiaan.

3. Mereka Bersyukur
Orang bahagia selalu bersyukur atas apa yang mereka miliki. Mereka gak menghabiskan waktu mereka untuk mendapatkan sesuatu yang mereka gak punya tapi orang lain punya hanya karena rasa iri, mereka gak menghabiskan waktu mereka dengan melamun tentang kehidupan yang lebih baik. Sebaliknya, mereka menggunakan waktu mereka setiap hari untuk menghargai apa yang mereka miliki saat ini dan selalu bersyukur karenanya.

4. Mereka Melihat Sisi Terang
Ketika hal-hal menjadi lebih sulit, orang yang benar-benar bahagia seringkali tidak tergoyahkan. Memikirkan kegagalan dan membayangkan skenario terburuk mungkin pilihan yang umum yang orang lain lakukan. Tapi, kalo lo emang benar-benar pengen bahagia, ada saat dimana lo harus yakin seyakin-yakinnya kalo semua bakal baik-baik saja. Dengan menjaga perspektif lo dan tau bahwa, apapun yang terjadi, lo bisa bangkit lagi.

5. Mereka Menghargai Hunbungan
Alih-alih berfokus pada uang dan terus menerus mengejar karir dengan bekerja berjam-jam, orang-orang yang bahagia lebih banyak memfokuskan waktunya pada hubungan pribadi. Guys, pada akhir hidup lo nanti, lo gak akan ingat berapa banyak waktu yang lo udah habiskan di tempat kerja. Sebaliknya, lo akan ingat dan menghargai saat makan bareng keluarga, saat berkumpul bareng teman-teman. Menempatkan orang-orang lebih tinggi daripada uang adalah cara ampuh membuat hidup lo lebih bahagia.

6. Mereka Mengolah Banyak Hal Berbeda Dalam Hidup Mereka
Sementara mereka dapat menempatkan banyak nilai pada hubungannya dengan kelurga, teman, dan masyarakat, orang bahagia juga tidak hanya menempatkan diri mereka hanya pada satu aspek kehidupan. Mereka mempertahankan usaha mereka dan mereka menikmatinya, mereka memilki hobi, dan mereka suka belajar dan berkembang sebagai individu. Dengan memiliki banyak hal yang mereka lakukan, orang bahagia gak akan galau kalo salah satunya gak bisa mereka jalanin. Jika mereka dipecat, mereka masih memilki usaha cadangan. Saat mereka cidera dan gak bisa maen olahraga favorit mereka, mereka masih bisa berkumpul bareng teman-temannya. Gak nempatin semua telur lo dalam satu keranjang adalah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan.

7. Mereka Gak Fokus Pada Materi
Mungkin beberapa orang dari kita berpikir untuk menghabiskan uang dengan shopping ke mall dan membeli barang-barang yang lagi ngetrend akan membuat kita bahagia dalam jangka waktu yang lama. Tapi bagi gw akan lebih bahagia lagi saat gw menghabiskan uang gw dengan membeli sebuah pengalaman. Akan lebih nikmat rasanya gw backpackeran ke tempat-tempat yang jauh dan menikmati setiap pengalaman yang gw dapatkan di sana ketimbang gw beli sweater baru di mall. Belum lagi gw bisa membagikan kebahagiaan tersebut dengan menceritakan pengalaman gw ke teman-teman atau sekedar nulis di blog gw ini.

8. Mereka Mengikuti Passion Mereka
Passion adalah hasrat. Dan orang-orang bahagia mengikuti hasrat mereka. Saat mereka bangun suatu pagi ndan menyadari mereka gak suka dengan pekerjaan mereka saat ini, mereka gak takut untuk meninggalkannya dan mengejar sesuatu yang memang benar-benar mereka peduliin. Ini mungkin memang beresiko. Ini mungkin bisa menyebabkan kegalalan besar. Tapi orang-orang bahagia gak takut untuk out of the box dan mengikuti hasratnya. Banyak orang diluar sana takut man. Bagaimana dengan kamu?

Sumber: lifehack.org

Apakah Kamu Sudah Dewasa? #SelfTalk

Apakah kamu sudah dewasa

Gw nulis artikel ini buat diri gw sendiri. Yang dimana gw sebagai manusia biasa ngerasa masih banyak kurangnya. Kurang ganteng gak termasuk ya, soalnya untuk yang satu ini gw udah over dosis. Nah, mengapa gw nulis ini? Pertama, ini blog gw jadi terserah gw dong mau nulis apaan. Yang kedua, gw mau minta pendapat elo yang baca artikel ini. Entah itu masukan tambahan dari elo atau sekedar perbaikan mungkin ada yang nggak setuju ama apa yang gw tulis.Karena mungkin pengertian dewasa buat gw berbeda sama pengertian dari elo. Yang ketiga, sebagai bahan pembelajaran bersama aja. Mungkin setelah baca artikel ini ada yang nemuin jati dirinya. Amiinn. Ditunggu martabak telornya di kosan!

1. Udah mandiri?
Mandiri yg gw maksud di sini sederhana aja men. Untuk keperluan makan, tempat tinggal, pakaian, dan traktir gebetan lo, lo udah make uang dari hasil keringat lo sendiri. Lo udah gak disubsidi lagi sama orang tua lo. Semua kebutuhan lo dari yang terkecil sampai yang terbesar lo tanggung sendiri. Mungkin diantara lo ada yang bertanya, "Kok langsung ke materi sih? Bukankah dewasa itu adalah sikap mental? Gak ada hubungannya sama materi? Okey, bagi gw, salah satu ciri kalo lo udah dewasa itu adalah lo udah mulai bertanggung jawab penuh terhadap diri lo sendiri. Tanggung jawab penuh yang gw maksud bukan hanya sekedar di perbuatan, tapi juga di keuangan. Namanya juga penuh, jangan setengah2 dong. Pemasukan dan pengeluaran bisa lo menej dengan baik. Kalo lo masih minta duit sama orang tua lo, berarti ada bagian dalam diri lo yg masih gak bisa lo tanggung sendiri kebutuhannya. Dengan kata lain, orang tua lo masih bertanggung jawab akan diri lo. Dengan kata lain lagi, lo belum mandiri. Dan bagi gw, kalo lo belum mandiri itu berarti lo belum dewasa.

2. Udah punya prinsip?
Sebelum lo jawab pertanyaan di atas, lo mesti tau dulu apa itu prinsip. Bagi gw, prinsip itu adalah lo udah bisa bedain mana yang benar dan mana yang salah. Bukan hanya secara teori, tapi pemahaman yang mendalam tentang mana yang benar dan yang salah. Ya, paham itu  berbeda dengan sekedar tau. Kalo lo tau, ya udah gitu aja, tau. Tapi kalo lo paham, lo gak hanya sekedar tahu, tapi lo juga amalkan. Karena pemahaman akan membuat lo menjadi pribadi yang berpikir sebelum bertindak, pribadi yang udah tau konsekuensi dari apa yang lo kerjakan. Sehingga tutur kata dan prilaku lo sehari-hari benar-benar lo jaga. Lama kelamaan menjadi terbiasa, dan terbentuklah karakter lo sendiri dari prinsip yang lo pegang. Orang yang udah dewasa itu keliatan men. Bijaksana, banyak didengerin orang, pemecah masalah, apapun yang dia omongin dan kerjain gak keluar dari prinsip yang dia pegang teguh, omongan sama perbuatannya sejalan.

Kalo lo masih plin-plan, bahagia dua hari terus galaunya dua bulan, ngomong ke ortu gebetan sopannya minta ampun tapi pas giliran ortu sendiri lo masih ah ih uh eh oh, punya prinsip tapi masih sering dilanggar, status facebook keren-keren tapi di dunia nyata cuma seorang looser, gak jujur sama diri sendiri, kekanak-kenakan padahal udah umuran, berarti lo belum dewasa.

3. Udah ikhlas?
Apa itu ikhlas? No modus, no tipu2, no udang di balik batu. Kalo udang di dalam mangkok mah hajaaarrr. Orang yang ikhlas itu bawaannya adeeemm aja. Gak lulus tes cpns, adeemm. Nembak cewek terus ditolak, adeeemm. Rumah kerampokan, ya lapor polisi dong, jangan adem ayem aja.
Okey, cukup intermezonya. Bagi gw, orang yang udah dewasa itu adalah mereka yang ikhlas. Mereka yang tekun mengerjakan sesuatu sesuai dengan prinsip mereka, dan ketika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, mereka rapopo. 

Orang yang ikhlas itu adalah orang yang percaya bahwa yang namanya rezeki, jodoh, musibah, nikmat dan susah itu udah ada yang atur. Mereka bekerja untuk menjadi mandiri secara keuangan dengan usaha yang istikomah tapi berserah diri dengan hasilnya. Bukan berarti mereka gak punya target terus angin-anginan kerjanya, tapi mereka sadar bahwa manusia hanya bisa berusaha, tapi Tuhanlah yang menentukan.

Orang yang ikhlas itu adalah mereka yang nembak cewek atau melamarnya ke walinya terus ditolak dan mereka tetap bahagia. Karena mereka percaya kalo jodoh di tangan Tuhan. Kalo ditolak berarti bukan jodoh. Simple, anti galau. Mereka adalah orang-orang yang meletakkan kebahagiaannya di tangan mereka sendiri. Bayangin kalo lo menggantungkan kebahagiaan lo ke cewek, begitu cewek itu pergi ninggalin lo, maka kebahagiaan lo ikut pergi bersamaan dengan perginya tu cewek. Tapi kalo lo meletakkan kebahagiaan di tangan lo sendiri, begitu cewek itu pergi, yo wes, masih ada Ani, Atun, Zubaedah, Melly, dan Bambang. *Eh

Orang yang ikhlas itu orang yang beriman. Beriman terhadap takdir baik dan buruk yang menimpanya. Mereka sadar bahwa sebagai seorang hamba, belumlah mereka akan dikatakan beriman sebelum mereka diuji dan lulus dalam ujian tersebut. Kuncinya ikhlas aja, dan percaya ada rencana indah di balik setiap kesulitan yang dihadapi.

Kalo lo kerja keras tapi gak kaya2 terus nyalahin orang lain, nyalahin Maha Pemberi Rezeki, lo belum dewasa. Kalo lo ditolak cewek terus lo marah2, ngata2in tu cewek gak bener, sok jual mahal, putus tali silaturahim, dari temen jadi musuh, lo belum dewasa. 

4. Udah mencintai dengan tulus?
Apa itu cinta yang tulus? Lihatlah ibu. Mereka adalah bukti nyata dari ketulusan cinta. Cieee,, beraaatt nih pembahasan. Men, gw cowok. Jadi untuk point yang ini gw masih butuh banyak masukan terutama dari para wanita. Pliiss koment di bawah yah. 

Yang jelas, point ini gw masukin karena gw percaya mereka yang dewasa adalah mereka yang sudah mencintai dengan tulus. Cinta yang tulus itu bukan tentang pengorbanan, karena cinta itu tidak makan korban. Cinta yang tulus itu adalah tentang kebahagiaan. Kalo gak bahagia bukan cinta namanya. Orang dewasa itu bahagia men. Karena mereka mencintai dengan tulus. Cinta yang tulus itu adalah tentang melepaskan. Bukan mengikat. Sehingga orang yang dicintai akan dengan ikhlas mengikat dirinya sendiri, tanpa paksaan. So, ditengah banyaknya cowok-cowok posesif dan super mengikat, orang yang mencintai dengan bebas adalah dewasa.